Sunday, April 24, 2016

Semua Berbeda

Untuk Pangeran Ku.

Sebelumnya,
Kau selalu bersikap hangat kepada ku. Setiap perkataan mu untuk ku selalu membuat kedamaian didalam hati ku. Setiap kalimat yang kau ucapkan membuat kesejukan didalam hati ku. Suara mu membawa ku kepada ketenangan yang tak pernah ku rasakan sebelumnya.
Kau tau sejak kapan aku mulai menyayangi mu? Sejak kau, memberikan semua perhatian-perhatian itu. Sejak kau mengingatkan ku tentang banyak kebaikan.  Dan rasa sayang ku pun bertambah ketika kau menyatakan kepada ku bahwa kau juga menyayangi ku.
Sebelumnya, aku tidak ingin terlalu banyak berharap pada mu, apalagi tentang masa depan. Tapi, Kau membawa ku pada harapan-harapan itu, dan semakin hari rasa sayang itupun tumbuh semakin besar. Sebelumnya, aku tak pernah merasakan rasa sayang yang seperti ini, sungguh. Hanya kaulah laki-laki pertama yang membuat ku seperti ini.
Akan tetapi, saat ini aku menemukan banyak perubahan pada diri mu. Kau tidak seperti yang ku kenal dulu, baiklah mungkin semua orang akan berubah, entah karna bosan atau karena faktor yang lainnya. Tapi, perubahan mu banyak membuat hal menyakitkan untuk ku. Kau memang masih terlihat menyayangi ku. Tapi sikap mu yang sekarang membuat air mata ku menetes begitu saja.
Biasanya, sebelum tidur aku selalu mendengar suara mu melalui sambungan telepon, kita berbicara, bercerita, dan ketika aku mulai merasa ngantuk, aku mulai bermanja-manja dengan mu. Suara mu dulu begitu lembut, sehingga membuat ku begitu nyaman, dan terpejam.
Jam 3 pagi kita sudah bangun, dan melanjutkan telponan. Kita bermanja-manja membayangkan keadaan setelah pernikahan kita. Membayangkan di rahim ku mengandung anak kita. Kau di panggil "Abi" dan aku akan dipanggil "Ummi" oleh anak-anak kita kelak. Kau masih ingat saat-saat itu kah sayang?
Sebelumnya, saat aku berkata "Aku menyayangi mu" maka kau akan menjawabnya dengan lembut dan tenang bahwa kau juga menyayangi ku. Saat aku berkata "Aku merindukan mu" maka kau akan menjawabnya dengan kesejukan bahwa kau juga merindukan ku. Tapi tidak untuk saat ini. Semuanya berbeda, sangat-sangat berbeda.
Dulu, saat kau ingin pergi kemana pun, kau selalu bicara pada ku, agar aku tidak mengkhawatirkan mu. Tapi sekarang, jika kau ingin pergi, kau pergi tanpa memberitahu ku atau mengabari ku.
Dulu, kau selalu marah ketika aku membalas pesan mu dengan kalimat yang pendek dan seadanya. tapi sekarang, kamu yang kadang membalas pesan ku dengan kalimat seadanya.
Dulu, kamu selalu betanya tentang kegiatan ku dalam satu hari. Tapi sekarang, kau seolah-olah tak peduli dengan apa yang aku lakukan.
Dulu, kamu selalu mencari ku ketika aku tidak ada kabar. Namun sekarang, jika aku hilang ditelan bumi pun kurasa kau tak akan peduli dengan ku.

Dulu, disaat aku membangunkan mu sholat subuh, kamu selalu menjawabnya dengan lembut, dan sebelum pergi sholat subuh kamu selalu bicara pada ku, mengucap salam dengan lembut. Namun, berbeda dengan sekarang, sangat-sangat berbeda, telepon pun terkadang langsung kamu matikan tanpa mengucap salam.

Dulu, kamu selalu menyukai semua perhatian-perhatian yang ku berikan. Tapi sekarang, kamu bahkan marah dan kesal jika aku melakukan itu.

Ntahlah, banyak sekali kebahagian-kebahagian yang terjadi pada saat itu, yang kini sangat aku rindukan.
Aku mencoba untuk membuat mu kembali lagi seperti dulu, semuanya telah ku coba. Namun, kurasa semua yang ku lakukan itu tidaklah berpengaruh untuk mu. Semua yang ku lakukan berbuah sia-sia.
Kau kini, cukup kasar, kadang kau marah-marah karena kesalahan yang aku lakukan, meski itu hanya kesalahan kecil ataupun kesalahan-kesalahan yang tidak aku sengaja.
Sungguh, aku merindukan mu yang dulu sayang, merindukan sosok mu yang dulu. Kau kini begitu banyak berubah. Bukan hanya aku merasakan, tapi mereka yang berada didekat mu juga merasakannya. Aku hanya ingin kamu yang dulu, yang menyayangi ku, yang tidak mudah marah, yang perhatian, yang pengertian, yang peduli, yang selalu membimbing ku, yang selalu mengingatkan ku. Aku menyayangi mu, meski semua perubahan mu saat ini membuat ku merasa begitu menyakitkan, namun semua itu tidak membuat rasa sayang ku pada mu berkurang sedikitpun. Ini bukan sebuah lelucon yang ku buat untuk di tertawakan sayang, tapi inilah isi hati ku, ini suara hati ku. Kembalilah seperti dulu sayang. Aku merindukan mu. Merindukan tentang kita. Merindukan semuanya...

No comments:

Post a Comment