*tettt....tettt....tettt* - bel masuk berbunyi.
Terlihat seorang gadis bernama Ria berlari kencang menuju gerbang sekolah yang berjarak 10meter dari pandangan gadis tersebut. Syukurnya, gerbang baru tertutup saat Ria sudah memasuki gerbang tersebut.
"Huhhh, nyaris gue telat lagi. Bisa mati gue disuruh bersihin wc sekolah gara2 telat" ucap Ria sambil berjalan cepat menuju ke kelasnya. Saat Ria berada di lorong sekolah yang menuju kelasnya Ria menambrak seorang lelaki tampan yang cukup populer disekolahnya *brukkk* Ria pun terjatuh, begitu juga dengan lelaki tersebut. "Ehh, maaf ya maaf gue ngga sengaja, gue mau cepet2 soalnya. Maaf ya" ucap Ria, "iya ngga apa, lain kali hati2 kalo jalan" balas lelaki itu. Lelaki itu langsung pergi menuju kelasnya dan meninggalkan Ria.
Ria Putri Lestari, itulah nama lengkap Ria, seorang cewek sederhana yang duduk dibangku kelas 11 disalah satu SMA Unggulan di kotanya. Sedengkan lelaki yang ditabrak oleh Ria adalah salah satu cowok populer disekolahnya yang bernama Rizky. Rizky sendiri memiliki sifat yang cuek dan dingin terhadap semua cewek. Namun, bukan berarti dia ngga normal. Dia pernah pacaran sama seorang cewek yang bernama Lina saat smp, namun si cewek tadi meninggalkan Rizky demi cowok lain yang baru dikenal Lina saat 1bulan masuk sekolah. Dari semenjak itu Rizky tidak pernah lagi dekat dengan cewek manapun.
*dikelas*
"Eh Ri, lo udah belom pr kimia?" tanya Erika teman sebangku Ria "pr yg mana sih ka?" jawab Ria, "lah elo mah. Mangkanya kalo guru ngomong tu peratiin! Jangan tidur! Haha" ejek Erika ke Ria "eh kayak lo ngga tidur aja, udahdeh kita sama aja kaleeee"balas Ria. Bu Anisa pun memasuki kelas "ayo semuanya prnya di kumpul" perintah bu Anisa, "mampus gue" ucap Ria *sambil nepuk jidad* "bu bukunya ketinggalan" alasan Ria ke bu Anisa, "alah kamu Ria, selalu saja ketinggalan alasan kamu. Dasar pemalas! Sekarang coba kamu keluar kelas berdiri didepan pintu sambil bicara aku ngga akan malas lg buat ngerjain pr kimia" perintah bu Anisa setelah mendengar alasan dari Ria, "sial bgt sih gue hari ini" gerutu Ria sambil berjalan keluar kelas.
Ria pun menjalani hukumannya dengan begitu pasrah selama 3jam pelajaran kimia. Rasa malu karna di lihat para siswa/i lain yang lewat didepan kelasnya dia tahan dengan muka sesikit masam.
*tett... Tett...* bel istirahat berbunyi dan itu berarti bahwa hukuman Ria dari bu Anisa telah berakhir, dan Ria memasuki kelas untuk menemui bu Anisa dan meminta maaf atas kesalahannya dan berjanji agar tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut. Akhirnya bu Anisa memaafkan kesalahan Ria, bu Anisa lalu keluar kelas dan menuju ke kantor.
"Eh Ri, mau jajan apa?" tanya Erika, "emmm, apa ya? Gatau deh, langsung ke kantin aja lihat ada apa aja disana" jawab Ria, "yaudah, yuk" ajak Erika.
*sesampainya dikantin*
"Makan bakso aja yuk Ri" ajak Erika, "yaudadeh ayok, tp aku mau pesen mi ayam aja" jawab Ria. "Bu, pesen bakso 1, mie ayam 1, sama es jeruknya 2 ya" ucap Erika pada Ibu kantin. Setelah menunggu sekitar 7menit pesanan Ria dan Erika pun datang. "Ka, gue mau cerita" Ria membuka obrolan, "mau cerita apa sih ri? Kaya serius banget" tanya Erika penasaran, "nih ya, td kan gue hampir telat tuh kesekolah. Jadi pas udah masuk gerbang gue tu jalan cepet gitu mau masuk ke arah kelas, dan lo tau? Gila ka, gue nabrak Rizky ka" ucap Ria "Rizky mana sih?" tanya Erika penasaran "itu loh, Rizky ketua ekskul Paskibra di sekolah kita, yang cowok cool dan populer di sekolah" jawab Ria, "yaelah, tuh anak kan cuek banget ya sama cewek? Kok lo bisa suka sih" Erika kembali bertanya ke Ria, "dia itu beda sama cowok yang lainnya. Asal lo tau ka ya, gue suka sama Rizky itu dari awal kita masuk SMA ka, tapi ya kemaren katanya awal masuk SMA dia udah punya pacar. Tapi sekarang udah putus. Dan aku seneng banget. Aku berharap bisa deket sama dia ka" ucap Ria dengan penuh senyum dan rasa cinta, dan Erika hanya bisa diam melihat si sahabatnya bercerita tentang lelaki yang dicintainya karna Erika tau bahwa Rizky sedang berdiri dibelakang Ria. "Kok lo diam aja sih ka?" tanya Ria, "tuh..." jawab Erika sambil menunjuk ke arah belakang Ria. Dan saat Ria menoleh kebelakang, "eh lo ky. Hai" sapa Ria gugup, "lo bilang apa tadi?" tanya Rizky, "gabilang apa2 kok" jawab Ria, "denger ya, buat siapa pun. jangan banyak berharap sama gue. Karna gue gaakan suka sama kalian semua. Kalian itu bukan tipe gue! Ngerti!? Termasuk lo, Ria!" Ucap Rizky pada semua orang yang ada dikantin termasuk Ria. Disitu Ria meneteskan airmatanya, lalu berdiri dan menyiram Rizky dengan segelas es jeruk yang ada di tangannya, dan berkata "apakah salah kalo gue suka sama lo? Setiap orang berhak untuk memiliki rasa suka dan di sukai. Lagipula gue ngga ngerugiin lo kan atas rasa suka gue? Tapi kalo itu yang lo mau? Oke!" Ria langsung pergi meninggalkan kantin dan menuju ke toilet untuk membasuh mukanya. Kemudian Erika mencoba untuk menyusul Ria ke toilet, tetapi Rizky menarik tangannya dan berkata "biar gue yang kesana", Rizky pun menyusul Ria dan menunggu Ria di depan toilet. Saat Ria keluar dari toilet, Rizky langsung memberikan sapu tangan ke Ria dan berkata "maaf ya" kemudian langsung pergi meninggalkan Ria.
*tett...tett...* bel masuk kelas berbunyi dan semua siswa/i memasuki kelas masing2 hingga jam pulang tiba.
*Rumah Ria*
Sesampainya Ria dirumah, Ria langsung memasuki kamar dan merebahkan tubuhnya dikamar biru kesayangannya "kenapa semua ini harus terjadi pada ku? Atas rasa cinta ku, aku dipermalukan dihadapan semua orang" sesal Ria sambil menangis dan menatap sapu tangan yang diberikan oleh Rizky saat di depan toilet tadi. *kringggg... Kringgg* telepon rumah kamar Ria berbunyi, ternyata itu Erika yang menelpon untuk memberi semangat kepada Ria.
*Rumah Rizky*
Sebenarnya Rizky juga sudah memiliki perasaan yang sama terhadap Ria sejak Masa Orientasi Siswa berlangsung, bahkan saat Rizky masih memiliki kekasih. Tetapi, karna penyakit kanker darah stadium lanjut yang dideritanyalah membuat dia bersikap dingin pada wanita yang disayanginya itu, agar Ria tidak memiliki perasaan kepadanya, agar Ria membencinya dan tidak akan terluka saat Rizky pergi meninggalkan dunia ini. Karna Rizky telah di vonis dokter hanya memiliki waktu satu minggu lagi, Rizky pun menulis surat kepada Ria dan mengutarakan semua isi hatinya didalam surat itu. Agar Ria mengetahui bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Setelah menulis surat tersebut, Rizky merasakan sakit kepala yang hebat, dan memanggil mamanya. Saat mamanya memasuki kamar, mamanya Rizky menemukan Rizky tergeletak lemah tak berdaya dilantai dan segera memanggil supir untuk membawa Rizky ke Rumah Sakit, dan Rizky pun harus dirawat di Rumah Sakit, agar istirahatnya tidak terganggu.
*satu minggu berlalu*
Hati ria masih remuk dan hancur seperti satu minggu sebelumnya, ditambah lagi Ria tidak pernah melihat Rizky disekolah sejak saat itu. Saat ia memasuki kelas, ternyata Ria menemukan sebuah surat dari Rizky, dan membacanya. Betapa terkejutnya Ria setelah membaca surat dari Rizky. Ria pun menyesal karna sudah berfikir yang buruk tentang Rizky, Ria hanya bisa terduduk di bangku dengan airmatanya yang terus mengalir deras tanpa henti. Erika sahabat Ria datang memasuki kelas untuk mengajak Ria mengikuti ucapara, Erika merasa bingung ketika melihat Ria menangis, dan saat Ria menyadari bahwa Erika telah memasuki kelas, Ria langsung memeluk Erika. "Kamu kena sih Ri?" tanya Erika pada Ria. Ria lalu menjelaskan semua yang terjadi tentang Rizky. "yaAllah, yaudah, nanti setelah pulang sekolah kita langsung menuju ke Rumah Sakit ya untuk menjenguk Rizky" ajak Erika menenangkan Ria, dan ria hanya bisa menganggukan kepala. "yaudah sekarang kita upacara dulu yuk, sekarang hapus dulu air matanya" ajak Erika, Ria pun langsung menghapus airmatanya.
Erika dan Ria langsung menuju ke lapangan untuk melakukan ucapara bendera, saat mc membawakan bagian "pengibaran sang merah putih dan diiringi lagu Indonesia Raya" saat 3orang yang bertugas untuk mengibarkan bendera mulai membentangkan sang merah putih, Ria tak kuasa menahan tangisnya karna mengingat saat Rizky yang membentangkannya senin 2minggu yang yang lalu. Setelah upacara berlangsung, MC menyebutkan "pengumuman-pengumuman" padahal saat itu sama sekali tidak ada ekskul atau siswa yang memenanglan perlombaan. Ternyata, Rizky dengan kursi rodanya berada di depan tiang sang saka merah-putih, Rizky pun hormat kepada sang saka merah putih, dan setelah itu Rizky meminjam microfone di mc, "untuk Ria ku tersayang, maaf kan aku yang selama ini selalu bersikap dingin pada mu. Maafkan aku yang satu minggu yang lalu telah mempermalukan mu dikantin sekolah. Sebenarnya aku sama sekali tidak bermaksut untuk melukai mu. Aku hanya ingin kamu bahagia tanpa aku. Karna aku sadar bahwa hidup aku udah ngga lama lagi. Sebenarnya, dari awal Masa Orientasi Siswa aku sudah menyukaimu, namun aku menahan untuk mengungkapkannya karna aku ingin kamu bahagia tanpa aku. Aku mengidap penyakit kanker darah stadium akhir, gaada lagi harapan untuk aku hidup, aku bisa berada disini hari inipun aku udah bersyukur banget. untuk guru2 ku dan teman2 aku, aku minta maaf atas semua kesalahan yang aku lakuin, atas sikap dan sifat ku yang tidak kalian sukai aku minta maaf. Untuk Ria, aku ingin kamu kesini, izinin aku megang tangan kamu untuk yang terakhir kali." ucap Rizky, Ria pun langsung berlari menuju Rizky dan langsung memeluk Rizky, Rizkypun langsung memegang tangan Ria dengan dilihat oleh semua guru dan siswa/i yang sedang mengikuti upacara "Ria, untuk terakhir kalinya aku mau bilang, aku suka kamu, aku sayang kamu, I love you Ria" ucap Rizky, "iya Ki, aku juga sayang sama kamu. I love you" balas Ria dengan penuh air mata yang membasahi mukanya, "udah ah kamu jangan nangis lagi, kamu jelek tau kalo nangis. senyum dong" ucap Rizky, Ria pun tersenyum atas perintah Rizky, walaupun sebenarnya Ria ngga bisa tersenyum ikhlas. "Nah,gitu kan cantik, I love You"ucap Rizky, setelah itu Rizky mengucapkan dua kalimat shadat dan Rizky pergi untuk selamanya. Semua orang menangis menyaksikan kejadian tersebut. Dan Ria hanya bisa menangis, dan berdo'a kepada sang kuasa agar Rizky diberikan tempat terbaik disisinya.
Risdayanti (SMA Negeri 4 Palembang)
