diantara jejeran kursi kosong
dia bertahan dengan api kecilnya
sendiri , senyap , dengan cahayanya yang redup
dia pernah ditempatkan disebuah bejana emas
mirisnya , semua itu hanya seperti debu yang diterpa angin
Hilang . . .
tangisnya , seperti menyimpan seribu duka
dengan api kecilnya , dia bertahan
menyelimuti semua dukanya
membasuh luka dengan air mata
Perih . . .
layaknya luka abadi ,
mengering , tapi tak akan pernah sembuh.
Bertahan dengan dengan api kecil . . . . .
sumber . cherryn maysasoe