Saturday, February 27, 2016

Untuk mu

Untuk lelaki yang begitu ku harapkan....
Kau tau, saat ini aku benar-benar menyayangi mu, sungguh.
Mungkin bukan hanya untuk saat ini, namun bahkan untuk selama-lamanya...
Kamu,...
Yang nama mu selalu ku lantunkan dalam do'a ku.
Kamu,...
Yang banyak mengajarkan ku tentang sebuah penghijraan.
Terimakasih.
Terimakasih, karena kamu telah bersedia untuk mengenal ku, membimbing ku, dan menyayangi ku. Kau tau, disetiap do'a do'a yang ku panjatkan pada Allah untuk mu, aku selalu menyelipkan sepenggal do'a pada-Nya agar diri ini pantas untuk bersanding dengan mu. Aku selalu menyelipkan do'a pada-Nya, bahwa kaulah yang ku inginkan untuk menjadi teman hidup dan mati ku. Mungkin terdengar lucu, namun mau bagaimana lagi? Inilah yang benar-benar terjadi. Inilah memang kenyataannya.
Aku menyayangi mu. Aku nyaman berada didekat mu. Sungguh, aku tak ingin untuk jauh dari mu, meski hanya sesaat. Andai aku dapat mengendalikan waktu, aku ingin mengenal mu dari sejak lama, merasakan rasa sayang ini dari sejak lama, bahkan membangun semua mimpi-mimpi ku bersama mu.
Aku tau, aku bukanlah sosok perempuan sempurna, bahkan sangat jauh dari kata sempurna. Masih banyak perempuan di luar sana yang jauh lebih baik dari ku. Tapi, kamu memilih aku sebagai teman untuk membangun mimpi masa depan, sebagai perempuan yang kamu sayangi. Terimakasih telah memilihku sayang. Aku berjanji akan menjadi sebaik-baiknya perempuan.
Kau pernah bilang pada ku agar aku menjadi wanita solehah bukan? Dan aku ingin, kamulah laki-laki yang dapat membawa ku menjadi wanita solehah tersebut. Kau tau sayang, aku bahagia saat berlaku seolah-olah menjadi istri mu. Sungguh sayang, aku sangat-sangat bahagia. Aku berharap semua itu akan menjadi kenyataan. Kau tau sayang, saat aku mulai menyayangi mu, saat itulah juga aku lupa jika sebelum menyayangi mu aku pernah menyayangi laki-laki lain. Untuk saat ini, kamulah laki-laki yang menguasi penuh hati ku. Kamu seorang Raja dalam hati ku, yang mengatur penuh seluruh kehidupan didalamnya. Sayang, berjanjilah untuk tidak akan meninggalkan ku dalam keadaan apapun. Sayang, berjanjilah untuk akan tetap menyayangi ku dalam kondisi apapun. Sayang, berjanjilah untuk tidak pernah lelah dengan sifat ku yang manja layaknya anak kecil. Sayang, berjanjilah untuk tidak pernah bosan mendengar kalimat sayang yang selalu ku ucapkan.
Aku menyayangi mu. Dan akan tetap seperti itu. Sampai kapanpun itu.

No comments:

Post a Comment